Anggaran Dasar

logomini

ANGGARAN DASAR
PERSATUAN INTELIGENSIA KRISTEN INDONESIA
P E M B U K A A N

Terpujilah Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus yang oleh anugerah serta kasihNya telah memimpin umat Kristen di seluruh muka bumi dari abad ke abad kepada kepercayaan akan penyelamatan dan pembaruan umat manusia melalui Tuhan Yesus Kristus.

Bahwa Allah telah dan tetap menghimpunkan umat Kristen sebagai umat Allah yang sudah diselamatkan dan diperbaharui didalam persekutuan gereja yang kudus dan Am.

Bahwa bersamaan dengan itu, Allah mengamanatkan kepada umat Kristen supaya dengan segala kekuatan rohani dan badani yang diterimanya dari Allah sendiri turut serta memberitakan dan mewujudkan penyelamatan serta pembaruan tersebut di dalam kebutuhan umat manusia.

Bahwa pembangunan masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45 adalah anugerah Allah sendiri yang dilimpahkan kepada bangsa Indonesia dan merupakan perwujudan dari hasrat dan perjuangan masyarakat Indonesia dalam usaha hendak memperbaharui dan meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia.

Bahwa umat Kristen adalah sebagai bagian integral pelaku sejarah perjuangan bangsa Indonesia terpanggil untuk mengisi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dengan kesadaran serta pengetahuan yang diterangi oleh penyelamatan dan pembaruan Allah didalam Yesus Kristus.

Untuk mengisi kemerdekaan itu demi tercapainya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 45, bangsa Indonesia telah sepakat melaksanakan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila dalam kerangka Wawasan Nusantara.

Untuk mewujudkan partisipasinya dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila, maka kaum Inteligensia Kristen Indonesia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh rakyat Indonesia merasa terpanggil untuk menyumbangkan darma baktinya sesuai dengan keyakinan Iman Kristiani melalui Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia yang didirikan di Jakarta pada tanggal 19 Desember 1963.

BAB I

NAMA, TEMPAT DAN WAKTU

Pasal 1

  1. Organisasi ini bernama Persatuan Intelligensia Kristen disingkat PIKI
  2. Organisasi ini berkedudukan di tempat Dewan Pimpinan Pusat
  3. Organisasi ini didirikan tanggal 19 Desember 1963 untuk waktu yang tidak ditentukan

 

BAB II

PENGAKUAN

Pasal 2

Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat dunia sesuai dengan kesaksian Alkitab.

 

BAB III

ASAS

Pasal 3

Di bawah terang tema pengakuan di atas , maka PIKI berasaskan Pancasila sebagai satu satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

BAB IV

TUJUAN DAN USAHA

Pasal 4

Organisasi ini bertujuan untuk:

  1. Membangun dan memperdalam kehidupan beriman para anggotanya dan umat Kristen pada umumnya.
  2. Mendorong para anggotanya sehingga sadar turut dalam usaha-usaha gereja serta mempertebal keinsyafan sebagai anggota dari satu gereja yang kudus dan Am.
  3. Berperan dan melayani dalam usaha-usaha pembangunan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menuju masyarakat yang adil, makmur serta lestari sebagai saksi-saksi yang nyata dan hidup dari Yesus Kristus.

 

Pasal 5

Untuk mencapai tujuannya , organisasi ini berusaha :

  1. Mengadakan Penelaahan Alkitab dan kegiatan-kegiatan keimanan lainnya.
  2. Menghimpun dan membina potensi anggota untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab
  3. Mengadakan pengkajian-pengkajian ilmiah serta usaha-usaha yang dapat disumbangkan bagi pembangunan gereja, masyarakat dan perguruan tinggi.
  4. Mengadakan kerjasama dengan gereja-gereja, organisasi kemasyarakatan serta lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta dengan memperkokoh persekutuan dalam rangka usaha-usaha kesaksian dan pelayanan.

 

BAB V

BENTUK ORGANISASI

Pasal 6

Organisasi ini berbentuk kesatuan yang mempunyai cabang-cabang di seluruh Indonesia baik di tingkat Propinsi (Daerah Tingkat I) maupun di Kabupaten/ Kotamadya/ Kota Administratif (Daerah Tingkat II)

 

BAB VII

JENJANG KEPUTUSAN

Pasal 7

  1. AD/ART
  2. Kongres
  3. Dewan Pimpinan Pusat
  4. Musyawarah Daerah
  5. Dewan Pimpinan Daerah
  6. Musyawarah Cabang
  7. Dewan Pimpinan Cabang

BAB VII

KEANGGOTAAN

Pasal 8

  1. Anggota Biasa ialah: Inteligensia Kristen yang mendaftarkan diri dan terdaftar di Dewan Pimpinan Cabang .
  2. Anggota Luar Biasa ialah : Inteligensia Kristen yang turut aktif berpartisipasi dan terdaftar atau mendaftarkan diri.
  3. Anggota Kehormatan ialah: Inteligensia lainnya yang menerima asas, tujuan dan usaha organisasi serta berjasa terhadap organisasi serta berjasa terhadap organisasi.

 

Pasal 9

  1. Setiap anggota berkewajiban untuk:
    1. Menjunjung tinggi nama organisasi
    2. Mematuhi AD/ ART Organisasi.
  2. Hak Anggota:
    1. Anggota Biasa mempunyai hak bicara , hak suara dan hak dipilih
    2. Anggota Luar Biasa mempunyai hak bicara dan hak dipilih
    3. Anggota Kehormatan mempunyai hak bicara.

 

Pasal 10

Anggota dapat diterima dengan pernyataan tertulis yang disampaikan kepada dan disetujui oleh Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ).

 

Pasal 11

Anggota berhenti karena:

  1. Meninggal dunia
  2. Atas Permintaan sendiri secara tertulis
  3. Diberhentikan

 

BAB VIII

PERBENDAHARAAN

Pasal 12

Perbendaharaan organisasi diperoleh dengan:

  1. Iuran Anggota
  2. Sumbangan yang tidak mengikat
  3. Usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan asas dan tujuan organisasi

 

BAB IX

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

Pasal 13

  1. Perubahan Anggaran dasar hanya dapat dilakukan oleh Kongres yang dihadiri oleh 2/3 dari jumlah DPD dan DPC yang ada dan disetujui oleh 2/3 jumlah yang hadir.
  2. Usul-usul perubahan Anggaran Dasar dari Dewan Pimpinan Cabang harus telah sampai 3 ( tiga ) bulan sebelumnya kepada Dewan Pimpinan Pusat.

 

BAB X

PEMBUBARAN ORGANISASI

Pasal 14

  1. Organisasi ini hanya dapat dibubarkan oleh Kongres yang diadakan untuk itu.
  2. Kongres tersebut dalam ayat 1 dianggap sah apabila dihadiri oleh ¾ jumlah DPD/DPC yang ada dan disetujui oleh sekurang-kurangnya oleh ¾ jumlah suara yang hadir.
  3. Cabang-cabang dan Daerah-Daerah harus diberitahu sekurang-kurangnya 2 ( dua ) bulan sebelum Kongres pembubaran.
  4. Kongres khusus tersebut memberi keputusan mengenai milik organisasi.

 

PERATURAN TAMBAHAN

Pasal 15

  1. Hal-hal yang belum termasuk dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga sesuai dengan jiwa Anggaran Dasar.
  2. Apabila terjadi perbedaan penafsiran terhadap AD/ ART, DPP berhak mengambil kebijakan setelah meminta dan mendengar saran dan pertimbangan dari Dewan Penasehat.